A. Pengertian
Kue Indonesia
Kue di Indonesia dapat diartikan dengan segala
macam yang dapat disantap dan dimakan di samping makanan utama nasi, lauk-pauk
dan buah-buahan. Kue Indonesia juga dapat diartikan sebagai penganan atau
makanan kecil yang terdapat di Indonesia. Makanan kecil ini dapat dikonsumsi
sebagai makanan selingan pada suatu hidangan pesta atau selamatan, dapat pula
sebagai pengiring minum teh disajikan kepada tamu atau sebagai bekal ke kantor
atau kesekolah.
Kue Indonesia sering juga disebut penganan atau
sedap-sedapan baik yang basah maupun yang kering dapat dihidangkan dengan
minuman kopi atau teh pada pagi hari maupun sore hari. Selain itu juga dapat
dihidangkan pada berbagai kesempatan seperti pada selamatan, pesta, rapat dan
pertemuan, atau dapat juga dipakai sebagai makanan penutup.
Kue Indonesia merupakan salah satu kebudayaan
yang dapat dibanggakan, yang mempunyai kombinasi bahan, cara memasak dan cara
menyajikan yang menunjukkan budaya bangsa tinggi. Banyak bahan yang sama
terdapat diseluruh Indonesia, seperti beras ketan, macam-macam tepung,
kacang-kacangan, umbi-umbian, buah-buahan, maka tidak heran bila terdapat kue/
penganan yang sama diberbagai tempat di Indonesia, meskipun dengan nama dan
bentuk yang lain, tergantung pada kreasi dari masing-masing daerah.
B. Prinsip-prinsip Kue Indonesia
Untuk pembuatan kue, anda harus mengenal
berbagai jenis bahan dasar dan syarat-syarat pemilihan bahan. Pengelempokkan
bahan pembuatan kue Indonesia berbeda dengan bahan pembuatan kue Kontinental
maupun kue Oriental atau kue moderen. Bahan pembutan kue Indonesia dapat
dikelompokkan menjadi :
1. Bahan pokok
2. Bahan cair
3. Bahan penambah rasa, warna dan aroma
4. Bahan-bahan lain
Masing-masing bahan tersebut memerlukan teknik
penanganan yang khusus. Ketepatan pemilihan bahan sangat berpengaruh terhadap
kue yang dihasilkan. Komposisi bahan umumnya terdiri dari umbi-umbian,
tepung-tepungan (beras, ketan, sagu, terigu), santan dan gula, sedangkan yang
asin dengan memakai variasi daging, ikan, ayam dan lain-lain. Sebagian produk
diproses dengan memanfaatkan minyak goreng.
Bahan yang dimanfaatkan disesuaikan dengan hasil
alam dari daerah tersebut, pada umumnya memakai bahan segar tanpa diproses.
Kekayaan alam Indonesia menjamin selalu tersedianya bahan pangan untuk kue-kue
sesuai dengan hasil daerah tersebut sepanjang masa. Pemakaian bahan makanan
segar tentunya akan menjamin ma kanan sehat sehingga kue tradisional kita perlu
dipertahankan untuk menjamin kesehatan tubuh.
C. Klasifikasi Kue Indonesia
Kue Indonesia diklasifikasikan berdasarkan bahan
utamanya dan jenis adonanya. Klasifikasi kue Indonesia berdasarkan bahan
utamanya dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Kue dari tepung beras;
2. Kue dari tepung beras ketan;
3. Kue dari tepung terigu;
4. Kue dari tepung kanji;
5. Kue dari tepung hunkwe;
6. Kue dari umbi-umbian;
7. Kue dari kacang-kacangan;
8. Kue dari buah-buahan.
Klasifikasi kue Indonesia berdasarkan jenis
adonan dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Kue Indonesia ditinjau dari adonan cair dan
padat.
Adonan cair adalah adonan yang konsistensi bahan
cairnya lebih banyak daripada bahan padatnya dan tidak dapat dibentuk dengan
tangan, yang terdiri dari:
a) Adonan cair tidak beragi
b) Adonan cair beragi
Adonan padat adalah adonan yang konsistensi
bahan padatnya lebih banyak daripada bahan cairnya dan adonannya dapat dibentuk
dengan tangan, yang terdiri dari:
a) Adonan padat tidak beragi
b) Adonan padat beragi
2. Kue Indonesia ditinjau dari rasa, yaitu
memiliki rasa manis dan rasa gurih/ asin.
3. Kue Indonesia ditinjau dari teknik pengolahan,
yaitu:
a) Direbus. Contoh : macam-macam bubur.
b) Dikukus. Contoh : kue mangkok.dan Putu Ayu
c) Digoreng. Contoh : combro misro.
d) Dipanggang/dibakar. Contoh: Surabi
e) Di Oven. Contoh produk : wingko babat.
4. Kue Indonesia ditinjau dari tekstur kue,
yaitu:
a) Lunak/ empuk. Berikut gambar contoh produk:
macam-macam bolu.
b) Krispi. Contoh produk: Kue Kembang Goyang
c) Kenyal. Contoh: macam-macam kue lapis :lapis
santan, lapis jongkong.
KUE INDONESIA
Pengertian Memasak
Pengertian Dasar
Tata Boga.
Tata boga adalah
pengetahuan di bidang boga (seni mengolah masakan) yang mencakup ruang lingkup
makanan, mulai dari persiapan pengolahan sampai dengan menghidangkan makanan
itu sendiri yang bersifat tradisional maupun Internasional. Berbagai prinsip
prinsip dasar utama dan tata cara memasak yang umum dilaksanakan dibagian boga.
Pengertian
Pengolahan Makanan
Pengolahan
makanan yaitu membuat bahan makanan yang mentah menjadi matang melalui proses
pemanasan. Secara definisi pengolahan makanan dapat diartikan sebagai sebuah
proses panas pada makanan sehingga menjadi lebih enak, mudah dikunyah dan
mengubah bentuk dan penampilan dari bahan makanan itu, serta mematikan bakteri
yang merugikan kesehatan.
Pengolahan
makanan merupakan salah satu proses penerapan panas dari bahan mentah menjadi
matang dengan cara yang sesuai untuk setiap bahan dasar dengan tujuan tertentu.
Oleh karena itu, proses memasak hanya berlangsung selama panas mengenai bahan
makanan. Untuk mengolah sebuah mengolah makanan sesuai dengan tujuannya,
dikenal beberapa teknik mengolah makanan.
Penerapan
Teknik Dasar
1. Teknik pengolahan makanan panas basah ( moist heat )
2. Teknik pengolahan panas kering ( dry heat cooking )
Label
- Boga Dasar (1)
- Kue Indonesia (1)
Pengikut
TEMPAT BERBAGI
Blog Berbagi Pengetahuan Seputar Pengetahuan Tata Boga
Navigation List
Paling Dibaca
Kategori
Formulir Kontak
Cari Blog Ini
Label
Mengenai Saya
- Sri Mulyati
- Saya Sri Mulyati, ibu rumah tangga, profesi sebagai guru Tata Boga di Madrasah Aliyah Negeri Cibinong, Bogor
KUE INDONESIA
A. Pengertian Kue Indonesia Kue di Indonesia dapat diartikan dengan segala macam yang dapat disantap dan dimakan di samping makanan utama n...